This is my way to success

My Story

Journey to Success


S aat perjalanan saya ke Qatar mengunjungi Ayah saya yang bekerja disana, saya mendapatkan pengalaman yang tidak terlupakan saat mencoba kebab asli Timur Tengah. Saya benar-benar terkesan dengan kelezatan makanan local khas Turki yang juga sangat diminati para turis itu. Dari situlah inspirasi bisnis saya dimulai untuk belajar bagaimana cara membuat kebab dan resep-resep asli kebab di Qatar.

Perkembangan Bisnis

2003

Pada September 2003, saya memulai bisnis Kebab pertama saya dengan modal 4 juta rupiah yang saya pinjam dari adik perempuan saya. Saya mulai melakukan eksperimen untuk resep kebab agar rasanya sesuai dengan lidah orang Indonesia dan mengubah ukuran roti taboon menjadi lebih kecil agar lebih mudah dikonsumsi. Dengan tekad yang besar, saya meninggalkan bangku kuliah pada semester 4 demi mengembangkan bisnis kebab ini lebih jauh lagi. Walau mendapat banyak kritik dan tentangan dari orang tua saya, namun saya tetap teguh untuk mengambil keputusan ini.

2008

Tahun 2008 Kebab Turki Baba Rafi menjadi salah satu merek makanan terkenal di Indonesia dan saya akhirnya pindah ke Jakarta untuk membangun kantor pusat ke dua. Saya menjadi pemenang di event Asia Pasific Entrepreneurship Award 2008 di Malaysia. 1 tahun kemudian, tahun 2009, saya mencoba masuk ke Malaysia dan penjualan meroket.

2009

Kesuksesan demi kesuksesan mulai muncul sebagai hasil kerja keras saya selama bertahun-tahun tanpa mengenal lelah dalam membangun bisnis ini. Puncaknya pada tahun 2009 saya mendapatkan penghargaan “Special Award Enterpreneurial Spirit 2009 - Ernst&Young Entrepreneur of The Year” – oleh Ernst & Young dan diliput oleh channel televisi Singapore, CNA. Banyak penghargaan yang diberikan kepada saya dan Brand Kebab Turki Baba Rafi hingga saat ini, Saya terus bekerja keras dan berinovasi tanpa henti demi mencapai kesuksesan yang lebih tinggi lagi.

2005

Dua tahun setelah itu, tahun 2005 bisnis kebab saya semakin berkembang pesat hingga akhirnya saya mampu meresmikan PT Baba Rafi Indonesia, dan mulai memfranchisekan bisnis Kebab Turki Baba Rafi. Sebelumnya, saya tidak terlalu mengerti apa dan bagaimana franchise itu. Demi meningkatkan bisnis Kebab Turki Baba Rafi saya dengan semangat tinggi belajar, mengambil banyak kursus dan konsultan bisnis saya datangi untuk mempelajari sistem franchise. Sampai saya rasa ilmu yang saya punya sudah cukup, saya membentuk sistem manajemen dan mengadakan pelatihan pada kawan-kawan yang bermitra dengan sistem yang baru dan lebih baik. Setelah Kebab Turki Baba Rafi mulai membaik, saya pun kembali membuka beberapa cabang di kota-kota lainnya dan berekspansi ke ibukota. Di tahun 2006 kerja keras saya mendapat apresiasi baik, saya mendapat penghargaan sebagai Asia’s Best Entrepreneur Under 25 Years oleh Majalah Business Week dan menjadi pemenang di acara Indonesian Small and Medium Business Entrepreneur Award (ISMBEA) 2006 yang diadakan oleh Kementerian Koperasi dan UMKM. Tahun berikutnya, saya memenangkan lomba Wirausaha Muda Mandiri 2007 dalam kategori Pasca Sarjana & Alumni yang diadakan oleh Bank Mandiri.

2010

Selain berbisnis, saya juga aktif menjadi pembicara di seminar- seminar baik di sekolah ataupun universitas Nasional dan Internasional. Saya juga merupakan salah satu panelis forum Internasional di “St. Gallen Symposium 2010 – Switzerland” dan berbagai forum internasional lainnya di negara Singapore, Amerika, Rusia, Dubai, Korea, Jepang, Malaysia, Srilanka, New Zealand, Filipina, Turki, Taiwan, dll.

2003

Pada September 2003, saya memulai bisnis Kebab pertama saya dengan modal 4 juta rupiah yang saya pinjam dari adik perempuan saya. Saya mulai melakukan eksperimen untuk resep kebab agar rasanya sesuai dengan lidah orang Indonesia dan mengubah ukuran roti taboon menjadi lebih kecil agar lebih mudah dikonsumsi. Dengan tekad yang besar, saya meninggalkan bangku kuliah pada semester 4 demi mengembangkan bisnis kebab ini lebih jauh lagi. Walau mendapat banyak kritik dan tentangan dari orang tua saya, namun saya tetap teguh untuk mengambil keputusan ini.

2005

Dua tahun setelah itu, tahun 2005 bisnis kebab saya semakin berkembang pesat hingga akhirnya saya mampu meresmikan PT Baba Rafi Indonesia, dan mulai memfranchisekan bisnis Kebab Turki Baba Rafi. Sebelumnya, saya tidak terlalu mengerti apa dan bagaimana franchise itu. Demi meningkatkan bisnis Kebab Turki Baba Rafi saya dengan semangat tinggi belajar, mengambil banyak kursus dan konsultan bisnis saya datangi untuk mempelajari sistem franchise. Sampai saya rasa ilmu yang saya punya sudah cukup, saya membentuk sistem manajemen dan mengadakan pelatihan pada kawan-kawan yang bermitra dengan sistem yang baru dan lebih baik. Setelah Kebab Turki Baba Rafi mulai membaik, saya pun kembali membuka beberapa cabang di kota-kota lainnya dan berekspansi ke ibukota. Di tahun 2006 kerja keras saya mendapat apresiasi baik, saya mendapat penghargaan sebagai Asia’s Best Entrepreneur Under 25 Years oleh Majalah Business Week dan menjadi pemenang di acara Indonesian Small and Medium Business Entrepreneur Award (ISMBEA) 2006 yang diadakan oleh Kementerian Koperasi dan UMKM. Tahun berikutnya, saya memenangkan lomba Wirausaha Muda Mandiri 2007 dalam kategori Pasca Sarjana & Alumni yang diadakan oleh Bank Mandiri.

2008

Tahun 2008 Kebab Turki Baba Rafi menjadi salah satu merek makanan terkenal di Indonesia dan saya akhirnya pindah ke Jakarta untuk membangun kantor pusat ke dua. Saya menjadi pemenang di event Asia Pasific Entrepreneurship Award 2008 di Malaysia. 1 tahun kemudian, tahun 2009, saya mencoba masuk ke Malaysia dan penjualan meroket.

2009

Kesuksesan demi kesuksesan mulai muncul sebagai hasil kerja keras saya selama bertahun-tahun tanpa mengenal lelah dalam membangun bisnis ini. Puncaknya pada tahun 2009 saya mendapatkan penghargaan “Special Award Enterpreneurial Spirit 2009 - Ernst&Young Entrepreneur of The Year” – oleh Ernst & Young dan diliput oleh channel televisi Singapore, CNA. Banyak penghargaan yang diberikan kepada saya dan Brand Kebab Turki Baba Rafi hingga saat ini, Saya terus bekerja keras dan berinovasi tanpa henti demi mencapai kesuksesan yang lebih tinggi lagi.

2010

Selain berbisnis, saya juga aktif menjadi pembicara di seminar- seminar baik di sekolah ataupun universitas Nasional dan Internasional. Saya juga merupakan salah satu panelis forum Internasional di “St. Gallen Symposium 2010 – Switzerland” dan berbagai forum internasional lainnya di negara Singapore, Amerika, Rusia, Dubai, Korea, Jepang, Malaysia, Srilanka, New Zealand, Filipina, Turki, Taiwan, dll.

Ekspansi Bisnis

Bisnis Kebab Turki Baba Rafi yang saya bangun terus berekspansi hingga dapat membuka berbagai cabang internasional. Bisnis Baba Rafi masih akan terus berekspansi ke negara-negara lain dikemudian hari. Kini Kebab Turki Baba Rafi yang saya mulai dari sebuah gerobak kecil dengan hanya 1 karyawan telah memiliki lebih dari 1300 cabang di 10 negara di dunia.


2012
2013
2014
2015
2016
2019
Malaysia
Filipina
Srilanka
China
Netherlands
Singapura
Brunei Darussalam
Bangladesh
India

Baba Rafi Enterprise

Seiring berkembangnya bisnis yang saya miliki, saya mendirikan Baba Rafi Enterprise sebagai grup bisnis saya yang telah mebawahi lebih dari 10 bisnis berbeda. Lini bisnis Baba Rafi Enterprise bergerak di berbagai bidang baik makanan, kecantikan, investasi dan lifestyle, dengan nama brand : Kebab Turki Baba Rafi, Container Kebab, Ngikan, Cakekinian, Foresthree Coffee, Bakpia Kukus Tugu Jogja cabang Colombo, Waroeng Mee, Drinkinian, Tambak Udang Vaname, Aura Dermatology, Fatih, Jubetor, Ninos, Tokkebi Snack dan Hot Pangsit Nyonyor.

Studi Enterpreneurship di Harvard Business School

Beruntungnya saya di tahun 2019 saya dapat melanjutkan studi bidang Entrepreneurship di Harvard Business School program Scaling Enterpreneurial Ventures dan mendapat beasiswa dari Endeavour Global bersama dengan beberapa entrepreneur dunia yang lain di salah satu universitas terbaik di dunia.

Studi Enterpreneurship di Harvard Business School

Beruntungnya saya di tahun 2019 saya dapat melanjutkan studi bidang Entrepreneurship di Harvard Business School program Scaling Enterpreneurial Ventures dan mendapat beasiswa dari Endeavour Global bersama dengan beberapa entrepreneur dunia yang lain di salah satu universitas terbaik di dunia.

Hendy Setiono Foundation

Saya suka melakukan kegiatan sosial untuk bisa membantu sesama, hal ini telah lama saya lakukan melalui CSR yang dijalankan oleh Brand Kebab Turki Baba Rafi. Untuk menciptakan dampak kebaikan yang lebih besar lagi, saya mendirikan Hendy Setiono Foundation sebagai wadah untuk berbagi tanpa mengenal batasan. Hendy Setiono Foundation launching di bulan Ramadhan 2019 bersamaan dengan penyerahan wakaf tanah masjid kepada rumah zakat.

Saya suka melakukan kegiatan sosial untuk bisa membantu sesama, hal ini telah lama saya lakukan melalui CSR yang dijalankan oleh Brand Kebab Turki Baba Rafi. Untuk menciptakan dampak kebaikan yang lebih besar lagi, saya mendirikan Hendy Setiono Foundation sebagai wadah untuk berbagi tanpa mengenal batasan. Hendy Setiono Foundation launching di bulan Ramadhan 2019 bersamaan dengan penyerahan wakaf tanah masjid kepada rumah zakat.